Kamis, 04 Juli 2013

Kalah untuk Menang

"Dan tiap kali kita jatuh, tiap kali itu juga kita melatih kekuatan diri untuk bangkit.
Semakin banyak jatuh, semakin banyak bangkit,
maka makin tak terkalahkan dia oleh masalah di kehidupan."
-Ihtar Faiq-

Mataku berbinar ketika kubaca komentar seseorang di sebuah jejaring sosial. Ya, quotes di atas. Ketika aku membacanya, maka tersentuhlah hatiku.
Sungguh, aku tidak berhak menggugat Tuhan atas apa yang terjadi.
Kekalahan-kekalahan itu. Sebenarnya adalah pelajaran yang Alloh berikan untukku.
Kalau aku tak pernah kalah, pantaskah aku berharap menang?
Setiap aku kalah, aku pasti menemukan cara bagaimana agar aku bangkit.
Ketika aku menemui kesulitan itu, aku tahu aku tidak akan kalah lagi karena hal yang sama.

Alloh membuatku kuat.
Alloh membuatku tegar dengan masalah-masalah yang Ia Berikan.
Dia membuatku tahu bagaimana agar aku bisa bangkit disetiap aku kalah, hingga pada saatnya aku bisa menang.
Hingga ketika aku pantas, Alloh Menganugerahkan yang terbaik bagiku.

Alloh... :')


nurrahma, sya'ban 1434 H/Juli 2013

Selasa, 02 Juli 2013

Syukur

Dan We Are The Champions nya Queen ternyata memang berhasil kami dendangkan lewat perolehan medali dan piala juara umum.

Bangga, bahagia.

Akhirnya aku dan keluarga penuh kehangatan ini benar-benar bisa mempersembahkan sesuatu bagi Padmanaba. Bagi Perisai Diri tercinta.

Dan toh, teori yang 25 kemarin disampaikan oleh Mas Jalu ternyata sangat berhasil jika dibersamai dengan do'a. Sungguh, aku benar-benar sudah merasakan ini ada, bahkan sebelum kami  berangkat.

Besok, nama kami akan dipanggil, sebagai juara.

Besok, kami akan tertawa bersama, bahagia, bersyukur.

Kami, Mas Redi, Adek-adek....

Terimakasih ya Alloh...

<3



nurrahma, sya'ban 1434 H/Juli 2013

Rabu, 12 Juni 2013

Hai kalian ;]

Ipeh Nita Efan Rosyid..... <3 Peluk buat kalian semuaaaaa......... ^^9

Hangat

Adakah yang lebih menenangkan daripada pelukan seorang Ibu?


:')

Makasih Ibuk <3


nurrrahma, sya'ban 1434, juni 2013

Senin, 10 Juni 2013

Aku kini.

Bismillaahirrohmaanirrohiim...

Sudah lama tidak benar-benar masuk ke blogku ini.
Terakhir pada desember tahun lalu. Dan dalam kurun waktu enam bulan ini, aku hanya sekadar menengok. Seringkali ada perasaan ingin menulis lagi. Tetapi pada ujungnya aku hanya melamun menatap monitor.
Seperti melihat dari balik kaca. Melihat, menikmati, tapi tak tersentuh.

Sekarang sudah sepuluh juni. Sepuluh juni duaributigabelas.
Lama. Lama sekali semenjak aku ada. Ada dalam artian sesungguhnya. Ada di dunia ini, lahir dengan polosnya dari rahim Ibuku.

Aku.
Apakah aku sekarang? Aku kini malah tidak bisa menjawabnya.
Denting waktu ternyata berjalan sedemikian cepatnya. Sedemikian melenakan.
Tak ada waktu untuk menyesali atau mempertanyakannya.
Ya, ada yang pernah mengatakan bahwa waktu adalah hidup. Waktu adalah kehidupan itu sendiri. Karena toh ada tidaknya diri kita, variabel waktu terus saja berjalan. Satu-satunya hal yang tak bisa dihentikan oleh manusia.

Waktu.
Ia terikat kuat dengan yang namanya takdir.
'Kau percaya takdir?' Pernah ada yang bertanya padaku.
Ah- Bagiku takdirlah yang membawaku ke titik ini.
Aku memiliki Tuhan, Illah, Rabb... Alloh, Alloh Yang Maha Agung, Yang Maha Perkasa...
Mungkin aku bisa merubah takdir, tapi jangan diterima secara mentah. Aku hanya mampu berusaha, berdoa. Pada hasil akhirnya aku menyerahkan pada takdir. Pada apa yang digariskan kepadaku. Yang sudah dituliskan di kitab Lauhul Mahfuzh.

Alloh.
Adalah sebab aku kini berada di sebuah kamar duasetengah kali empat meter ini.
Adalah hal yang membuatku masih mampu bernafas, menghirup udara kotor yang secara otomatis diserap oksigennya oleh paru-paru, baru kemudian dikeluarkan lagi udara yang tidak perlu.
Alloh, adalah alasan mataku mampu mengedip, mempertemukan dua baris bulu mata yang awalnya tidak menyatu.
Ia juga adalah satu-satunya yang membuat jantung dalam tubuhku berdenyut. Memompa darah dengan harmonisnya dengan koordinasi serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, bilik kiri, disertai katup-katup dan pembuluh yang saling melengkapi.
Semua... Tubuhku, aliran darahku, bahkan kerja saraf yang mengagumkan ini...
Semua bersumber dari satu hal; ALLOH. Ar-Rahmaanurrahiim.

Maka pantaskah aku justru hidup tidak dengan aturan Alloh?
Sungguh pertanyaan itu tidak perlu dijawab.

Aku. Kini.

Aku sudah berubah, berbeda. Ah-hanya lahiriah. Apakah batinmu juga sudah berubah?

Aku. Harusnya itu yang aku katakan pada diriku: Apa bedanya rizka hari ini dengan rizka kemarin?

Jangan hanya diam di satu titik ini. Harusnya bisa lebih baik, jauh lebih baik dari sekarang.




-nurrahma, 10 juni 2013, 1 Sya'ban 1434 H-

Sabtu, 01 Desember 2012

Peta Hidup?

And now, balik ke hidup yang produktif !
Well, I don't want to be like this forever-uh, menyedihkan sekali pasti.

Kemarin, karena terinspirasi oleh beberapa blog teman, aku sudah mulai membuat peta hidup. You know, what? P-E-T-A   H-I-D-U-Psound cool, rite?

ok, berlebihan.
tapi soalnya aku lagi penuh semangat, nih :). Mumpung semangat, ya diarahkan sekalian ke yang positif kan? ;D

Jadi, peta hidup itu semacam mimpi-mimpi kamu.

Tuliskan aja sedetail mungkin, misal: '20 Januari aku menang lomba Bahasa Jepang'; atau 'UNAS 2013: masuk 3 besar terbaik'. Yah, nggak harus yang akademik gitu, sih. Tentang kamu mau beli DSLR, atau bisa masak sayur lodeh, itu juga ditulis aja.

Paham'kan intinya, kayak catatan target hidup gitu. Tapi dibikin menarik, dikasih warna-warna. Bikin sedetailnya plus dikasih gambar biar semangat mewujudkannya. Kalau bisa dibikin di kertas yang agak besar terus ditempel di kamar :)

Seriusan deh, bikin beginian itu juga melatih kita biar mau bermimpi. Biar nggak takut bermimpi. Kalau kata Hasan Al Banna sih:

“Kenyataan hari ini adalah mimpi kita kemarin, dan mimpi kita hari ini adalah kenyataan hari esok.”

Tuh, semua berawal dari mimpi, dari harapan. Istilahnya salah satu kakak angkatanku dulu: manusia yang hidup tanpa harapan; hidup tanpa mimpi itu kayak ZOMBIE.

Makanya jangan takut bermimpi. Kenapa? Karena ada AllohBe khusnudzon sama Alloh. Yakin deh, Alloh pasti mendengar kita. Berharaplah kepada Alloh supaya Ia mengabulkan mimpi-mimpi kita. :DD Nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini kalau Alloh mengizinkan. Pokoknya yakin, niatkan dalam hati. Berusaha , full doa juga.

Semoga (dan insyaAlloh) Alloh mengabulkan mimpi dan harapan kita...


"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu."

-Arai; Tetralogi Laskar Pelangi-

1 desember 2012
kepada desember penuh cinta,
nurrahma rpa

SUDAH: sebuah catatan


by nurrahma-2010. BenQC740i


SUDAH














Sudah






sudah kutumpahkan semuanya
pada kertas kertas itu -biasa
kau juga pasti tahu



cerita tentang apa katamu?
jelas tentang kau
tentang kamu

kamu yang seperti titik pada dimensi
selalu mampu berubah semaumu
membingungkan
boleh jadi kata tepatnya ambigu
aneh sungguh-kau tahu?

mungkin ini jadi terakhir kalinya aku mengajakmu menelisir kertasku
ikut mendengar apa yang tertuang dari pena gelku, kadang pensil timah biasa
bosan-kah kamu? 
mungkin saja ya

makanya kubilang juga apa: sudah

sudah selesai
harusnya ini semua sudah rampung

terimakasih
terimakasih selama ini mau kukenalkan pada airmata, pada
kegetiran, pada tawa, pada ketidakjelasan



salam untuknya...


nurrahma, 1 des '12

Sabtu, 13 Oktober 2012

Ra usah ngeluh.

Ya dakwah itu emang kayak gini.
Ra terus mulus, ra ono opo-opo.

Ini mending, kamu masih belum apa-apa.
Belum tau tho rasane nek ning sekolah lain?
Mentoring aja gak boleh.
Adalagi, uang masjidnya malah di korup.
yang lain lagi, aduuh rohis, apaan? ga kenal!


Lha iki isih ning Indonesia, nek ning Palestina piye? Nek ning Amerika, Perancis?
Lha ngenggo jilbab wae ra entuk.

Mending , Riz.
Ini tu belum apa-apa tau, gak. Lha nek di awal udah ngeluh mau gimana prosesnya?
Nek mung masalah dana ki, urunan wae iso tho.
Iso di usahak'ke.
Terus tentang pemimpin? anak-anak?  
Yo kuwi gunane amal jama'i.
Saling m'back-up'Nek kerjo dewe-dewe yo ngopo melu organisasi.
Nek tentang ukhuwwah..
Yo wis, apek wes ngerti masalahe.
Tinggal let's action. Ayo di semangati , di cepak'ki kanca-kancamu ki. di donga'ke .


Ra sah ngeluh, opo meneh nangis nangis barang.
Ra ngaruh karo keadaan.

Oke, wes, lek bergerak!!

Ojo dadi banyu sik terus menggenang, 
                                       mengko buthek.


ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪة
1433 H