Kali ini aku ingin mencoba menyapa Januari. Januari-ku. Januari yang akan menjadi milikku.
Oh, terlambat? Mungkin juga. Tapi aku ingin tak sekadar memiliki Januari. Aku ingin memiliki Februari, Maret, seterusnya sampai tahun berganti. Ya, jika masih ada waktu. Jika Alloh memang berkehendak memberiku waktu, maka biarlah ia benar-benar menjadi milikku.
Mengapa aku tetiba mengetik ini, sejujurnya karena aku akhir-akhir ini seakan-akan ditampar. Ditampar oleh-Nya melalui kata-kata sahabat-sahabatku, sahabat-sahabat lawasku. Adik-adikku, semuanya. Mereka, dengan gelora itu. Menyadari betapa besar harapan mereka, padaku.
"Besok kalau udah jadi dokter priksa guru-guru disini ya sebulan sekali..."
"Kalau udah sukses jangan lupa ya sama SMP..."
"Kamu. Adalah sosok muslimah yang kuat, nggak manja, nggak gampang mengeluh."
"Mbak itu adalah sosok yang keren di mata kami."
Dan seterusnya...
Sungguh Alloh masih menutup aib-aib ku dimata kalian, tahukah kalian akan hal itu?
Maka bermalas-malasan memang bukanlah sesuatu yang pantas dilakukan. Ayolah, buat apa kamu hidup di dunia ini jika tidak berkarya? Seperti yang kaukatakan di depan kelas XII dulu, di depan Pak Bambang, "Kata Ayah, jangan melulu berpikir 'Biar aku... biar aku...' tetapi berpikirlah 'Biar bangsaku...'". Akh. Kamu. Dulu. Ayolah. Harus lebih baik. Harus mampu mengubah. jadilah solusi atas permasalahan masyarakat. AYO RIZ! DILIHAT ALLOH LHO!
nurrahma, 25 Jan 15
Tampilkan postingan dengan label sepercik semangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepercik semangat. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 Januari 2015
Kamis, 04 Juli 2013
Kalah untuk Menang
"Dan tiap kali kita jatuh, tiap kali itu juga kita melatih kekuatan diri untuk bangkit.
Semakin banyak jatuh, semakin banyak bangkit,
maka makin tak terkalahkan dia oleh masalah di kehidupan."
-Ihtar Faiq-
Mataku berbinar ketika kubaca komentar seseorang di sebuah jejaring sosial. Ya, quotes di atas. Ketika aku membacanya, maka tersentuhlah hatiku.
Sungguh, aku tidak berhak menggugat Tuhan atas apa yang terjadi.
Kekalahan-kekalahan itu. Sebenarnya adalah pelajaran yang Alloh berikan untukku.
Kalau aku tak pernah kalah, pantaskah aku berharap menang?
Setiap aku kalah, aku pasti menemukan cara bagaimana agar aku bangkit.
Ketika aku menemui kesulitan itu, aku tahu aku tidak akan kalah lagi karena hal yang sama.
Alloh membuatku kuat.
Alloh membuatku tegar dengan masalah-masalah yang Ia Berikan.
Dia membuatku tahu bagaimana agar aku bisa bangkit disetiap aku kalah, hingga pada saatnya aku bisa menang.
Hingga ketika aku pantas, Alloh Menganugerahkan yang terbaik bagiku.
Alloh... :')
nurrahma, sya'ban 1434 H/Juli 2013
nurrahma, sya'ban 1434 H/Juli 2013
Selasa, 02 Juli 2013
Syukur
Dan We Are The Champions nya Queen ternyata memang berhasil kami dendangkan lewat perolehan medali dan piala juara umum.
Bangga, bahagia.
Akhirnya aku dan keluarga penuh kehangatan ini benar-benar bisa mempersembahkan sesuatu bagi Padmanaba. Bagi Perisai Diri tercinta.
Dan toh, teori yang 25 kemarin disampaikan oleh Mas Jalu ternyata sangat berhasil jika dibersamai dengan do'a. Sungguh, aku benar-benar sudah merasakan ini ada, bahkan sebelum kami berangkat.
Besok, nama kami akan dipanggil, sebagai juara.
Besok, kami akan tertawa bersama, bahagia, bersyukur.
Kami, Mas Redi, Adek-adek....
Terimakasih ya Alloh...
<3
nurrahma, sya'ban 1434 H/Juli 2013
Sabtu, 01 Desember 2012
Peta Hidup?
And now, balik ke hidup yang produktif !
Well, I don't want to be like this forever-uh, menyedihkan sekali pasti.
Kemarin, karena terinspirasi oleh beberapa blog teman, aku sudah mulai membuat peta hidup. You know, what? P-E-T-A H-I-D-U-P ! sound cool, rite?
ok, berlebihan.
tapi soalnya aku lagi penuh semangat, nih :). Mumpung semangat, ya diarahkan sekalian ke yang positif kan? ;D
Jadi, peta hidup itu semacam mimpi-mimpi kamu.
Tuliskan aja sedetail mungkin, misal: '20 Januari aku menang lomba Bahasa Jepang'; atau 'UNAS 2013: masuk 3 besar terbaik'. Yah, nggak harus yang akademik gitu, sih. Tentang kamu mau beli DSLR, atau bisa masak sayur lodeh, itu juga ditulis aja.
Paham'kan intinya, kayak catatan target hidup gitu. Tapi dibikin menarik, dikasih warna-warna. Bikin sedetailnya plus dikasih gambar biar semangat mewujudkannya. Kalau bisa dibikin di kertas yang agak besar terus ditempel di kamar :)
Seriusan deh, bikin beginian itu juga melatih kita biar mau bermimpi. Biar nggak takut bermimpi. Kalau kata Hasan Al Banna sih:
“Kenyataan hari ini adalah mimpi kita kemarin, dan mimpi kita hari ini adalah kenyataan hari esok.”
Tuh, semua berawal dari mimpi, dari harapan. Istilahnya salah satu kakak angkatanku dulu: manusia yang hidup tanpa harapan; hidup tanpa mimpi itu kayak ZOMBIE.
Makanya jangan takut bermimpi. Kenapa? Karena ada Alloh. Be khusnudzon sama Alloh. Yakin deh, Alloh pasti mendengar kita. Berharaplah kepada Alloh supaya Ia mengabulkan mimpi-mimpi kita. :DD Nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini kalau Alloh mengizinkan. Pokoknya yakin, niatkan dalam hati. Berusaha , full doa juga.
Semoga (dan insyaAlloh) Alloh mengabulkan mimpi dan harapan kita...
"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu."
-Arai; Tetralogi Laskar Pelangi-
1 desember 2012
kepada desember penuh cinta,
nurrahma rpa
Sabtu, 13 Oktober 2012
Ra usah ngeluh.
Ya dakwah itu emang kayak gini.
Lha iki isih ning Indonesia, nek ning Palestina piye? Nek ning Amerika, Perancis?
Ra terus mulus, ra ono opo-opo.
Ini mending, kamu masih belum apa-apa.
Belum tau tho rasane nek ning sekolah lain?
Mentoring aja gak boleh.
Adalagi, uang masjidnya malah di korup.
yang lain lagi, aduuh rohis, apaan? ga kenal!
Lha iki isih ning Indonesia, nek ning Palestina piye? Nek ning Amerika, Perancis?
Lha ngenggo jilbab wae ra entuk.
Mending , Riz.
Ini tu belum apa-apa tau, gak. Lha nek di awal udah ngeluh mau gimana prosesnya?
Nek mung masalah dana ki, urunan wae iso tho.
Iso di usahak'ke.
Terus tentang pemimpin? anak-anak?
Yo kuwi gunane amal jama'i.
Saling m'back-up'. Nek kerjo dewe-dewe yo ngopo melu organisasi.
Nek tentang ukhuwwah..
Yo kuwi gunane amal jama'i.
Saling m'back-up'. Nek kerjo dewe-dewe yo ngopo melu organisasi.
Nek tentang ukhuwwah..
Yo wis, apek wes ngerti masalahe.
Tinggal let's action. Ayo di semangati , di cepak'ki kanca-kancamu ki. di donga'ke .
Ra sah ngeluh, opo meneh nangis nangis barang.
Ra ngaruh karo keadaan.
Oke, wes, lek bergerak!!
Ojo dadi banyu sik terus menggenang,
mengko buthek.
mengko buthek.
ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪة
1433 H
Senin, 03 September 2012
Gimana dengan K I T A ?
Semangat itu kayak gini, cakep itu kayak gini.
Lihat tuh, calon-calon mujahid muda.
Muka mereka tak menyiratkan ketakutan,
tapi justru semangat yang menyala-nyala.
Alloh...
Aku iri sama mereka...
#firstDaySchoolInGaza
Kamis, 26 Juli 2012
Lihat Saja Nanti
Tak mudah mencari orang orang yang sepaham.
Tak harus sepikiran, tak mesti satu jalan.
Hanya butuh satu tujuan: Alloh Ta'ala. :)
Tentang cara kami yang seperti ini, lalu ada apa?
Asal tak melanggar aturan,
tak masalah saja.
Memang terlihat tak memiliki kekuatan,
tapi lihatlah esok nanti.
akan ada perubahan,
dari semua yang akan dan telah kami perjuangkan.
harus dan pasti ada!
bismillah..
luruskan niat,
InsyaAlloh, Alloh memudahkan, melancarkan..
Istiqomah..
ALLOHUAKBAR!
>:D
nurrahma,
Ram 1433 H
Kamis, 08 Maret 2012
tanggungjawab#1
'Berarti tanggunganmu banyak yaa...'
Banyak?
Sore ini aku mendengar kata-kata itu--untukku, aku tahu.
Sedikit aneh mendengarnya.
Ya, sedetik dua detik pertama, aku tak terlalu memedulikannya.
Tapi diam-diam, aku juga mulai kepikiran..
Hmm..
Tanggungan? Ya, aku tahu maksudnya adalah tugas, beban, tanggung jawab..
Amanah...
Banyak?
Sebenarnya bahkan ketika kau memiliki bertumpuk-tumpuk tugas,
jika kau berpikir itu hanya sedikit-maka itulah adanya, tugasmu memang sedikit.
Masalahnya adalah apakah kau langsung mengerjakannya,
atau justru menunda-nunda?
Ketika kau hanya bersungut dan tak jua melakukan apapun,
maka tugas banyak itu memang terasa banyak-dan bahkan menjadi terasa sangaaat banyak.
*oh, oke aku tahu aku mulai berlebihan.
Ya, menurutku begitu.
Bahkan sebelum ia mengatakan tanggunganku banyak, aku tidak terlalu merasa terbebani.
Hey, ini hal yang kusukai!
Ini hobiku...
aku melakukan banyaaaak yang kusuka :)
meskipun, jujur, aku keteteran beberapa hal :'(
But overall, aku suka apa yang kulakukan.
aku menikmatinya.
karena ini yang terbaik dariNya.
Aku yakin aku bisa.
:)
Alloh tidak akan membebankan sesuatu kepada hambaNya diluar batas kemampuannyaaa... :)
bismillah.
*terimakasih bibil :)
kamar pojok, rabiul akhir 1433 H
Selasa, 21 Februari 2012
Bersinarlah, kunang-kunang :)
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Kenapa dia pintar,
dan aku tidak?
Kenapa dia cantik,
dan aku hanya seperti figuran bodoh di sinetron murahan?
kenapa dia pandai merangkai kata,
sementara aku seperti terbata memainkan abjad?
kenapa dia mampu bersahabat dengan semua,
dan aku hanya duduk di sudut, melihatnya sebagai dunia tersendiri?
kenapa dia begitu fasih mengerakkan bibirnya, melahirkan seuntai bahasa indah,
dan aku bahkan tak mampu mengejanya?
kenapa dia cekatan menghasilkan sepotong rupa penuh makna,
sementara aku hanya mampu terdiam tanpa warna?
kenapa ia selalu penuh semangat dan motivasi,
sementara aku tak pernah bisa bermimik ceria?
kenapa dia begitu baik... dan memiliki segalanya?
Memang,
perasaan iri, dan selalu ingin menjadi yang terbaik, selalu dimiliki oleh tiap manusia...
Orang lain selalu terlihat lebih. Lebih baik, lebih cerdas, lebih cantik, lebih wah--dan lebih beruntung.
Semua hal-hal yang baik memang sewajarnya diinginkan manusia.
Dan itu adalah hal yang normal ketika kita menginginkannya.
Tapi, hey!
Seringkali kita terlupa pada sebuah hal yang penting.
Sebuah hal yang seharusnya lebih kita pikirkan-ketimbang mengintip dan mencari-cari informasi tentang orang lain.
Barang sebentaaar saja... Intiplah dirimu sendiri.
Betapa sebenarnya, jika kamu mau mencari, pasti ada sesuatu yang istimewa.
Sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Spesial. Istimewa.
Tak sadarkah kau bahwa dirimu bak seekor kunag-kunang?
Seekor kunang-kunang yang belum sadar, bahwa dirinya mampu menjadi sesuatu yang indah. Bersinar di tengah kegelapan. Dan menjadi berharga tatkala ia terbang mengedipkan cahayanya besama kawan-kawannya.
Ayolah. Mulai pikirkan diri-sendiri.
Jangan melulu iri pada orang lain.
Kenapa kalian tak terbang bersama?
Terbang menjadi kawanan kunang-kunang yang indah?
Hanya perlu kesabaran, doa, dan usaha dari semangat yang inggi...
Temukanlah bagaimana cara memijarkan sinar itu.
Aku tahu kamu pasti bisa.
Kamu bisa.
Kamu pasti bisa.
*mencoba menyemangati diri,
nurrahma,
ruang telkom, 28 rabiul awal 1433 H
Minggu, 09 Oktober 2011
Problematika Hidup :)
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Hidup tanpa masalah adalah sesuatu yang tidak mungkin. Selalu saja ada tabrakan keinginan antara diri kita dengan orang lain. Problem-problem akan selalu datang menyelimuti diri kita..
Namun yakinlah bahwa Alloh mengirimkan itu semua demi kebaikan kita. Alloh menyayangi kita, sehingga Alloh menambah kebijaksanaan kita melalui masalah-masalah tersebut.
Itu hanya sebuah tantangan,
apakah kita memilih untuk maju atau justru mundur.
Apakah kita mampu terus melangkah, atau menyerah bahkan sebelum mencoba.
Hidup hanya memberi kita dua pilihan sederhana: maju, atau mundur.
Tetapi ingatlah firman Alloh:
"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Alloh, melainkan kaum yang kafir." (Yusuf: 87).Di ayat lain,
"Mereka menjawab, 'Kami menyampaikan berita gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.' Ibrahim berkata, 'Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabb-Nya, kecuali orang-orang yang sesat'." (Al-Hijr: 55-56).Jelas sekali bahwa Alloh melarang kita untuk menyerah dan berputus asa karena sikap-sikap tersebut adalah sikap orang kafir.
Berarti Alloh menghadirkan problema-problema hidup kepada kita memang untuk kita hadapi.. Alloh mengirimkan masalah bukan untuk memperburuk keadaan, tetapi justru menambah kebijaksanaan kita: bagaimana kita bersikap dewasa, bagaimana ternyata ada sesuatu yang harus kita korbankan untuk meraih mimpi kita, bagaimana sebaiknya kita bersikap, bagaimana membuat keputusan yang penting dalam hidup kita, bagaimana rasa tanggungjawab itu bertengger di pundak kita, bagaimana rasa sabar itu tertanam dalam jiwa kita, bagaimana, bagaimana... dan sejuta bagaimana yang-Masya Alloh! Betapa nilai-nilai itu membuat kita ada...
Jadi?
Jangan menyerah pada masalah-masalah di hidupmu!
Yakinlah bahwa Alloh mengirimkan mereka semata untuk kebaikanmu!
Percayalah ada nilai dibalik masalah itu!
Majulah! Beranilah!
Lakukan yang terbaik yang kamu bisa!
Kalahkan mereka...
Jangan lupa: sertakan Alloh dalam langkahmu...
Kamu BISA!! ALLOHUAKBAR! ♥♥♥♥♥
nurrahma
Yogyakarta,Zulhijjah 1432 H
Langganan:
Postingan (Atom)
